PPh Pasal 23
PPh Pasal 23 adalah pemotongan pajak atas penghasilan berupa dividen, bunga, royalti, hadiah, sewa, dan imbalan jasa teknis/manajemen/konsultan yang dibayarkan oleh badan kepada Wajib Pajak dalam negeri atau BUT. Dasar hukumnya adalah Pasal 23 UU PPh dan PMK No. 141/PMK.03/2015. Tarif PPh 23: 15% untuk dividen, bunga, royalti, dan hadiah; 2% untuk sewa dan penghasilan lain serta imbalan jasa tertentu. Jika penerima tidak memiliki NPWP, tarif dipotong 100% lebih tinggi. PPh 23 bersifat tidak final dan dapat dikreditkan dalam SPT Tahunan penerima penghasilan.
Artikel ini untuk edukasi, bukan nasihat pajak.
Contoh
PT A menyewa gudang dari CV B senilai Rp 100 juta. PT A memotong PPh 23 = 2% x Rp 100 juta = Rp 2 juta. CV B menerima Rp 98 juta dan mengkreditkan Rp 2 juta di SPT Tahunan.
Sumber: Pasal 23 UU PPh No. 36/2008; PMK No. 141/PMK.03/2015
Istilah terkait