Ringkasan
Pengemudi ojek online (ojol) yang bekerja melalui aplikasi seperti Gojek dan Grab termasuk mitra, bukan karyawan. Penghasilan dari platform ojol diperlakukan sebagai penghasilan usaha. Dengan adanya fasilitas bebas PPh untuk omzet di bawah Rp 500 juta, sebagian besar driver ojol tidak memiliki kewajiban PPh terutang -- namun kewajiban lapor SPT tetap ada jika memiliki NPWP.
Status Perpajakan Driver Ojol
Driver ojol berstatus mitra platform, bukan karyawan. Tidak ada pemotongan PPh 21 dari platform. Penghasilan dari ojol merupakan penghasilan usaha jasa transportasi perorangan.
KLU relevan: 49300 (angkutan jalan lainnya/transportasi online).
Kewajiban NPWP: Wajib jika penghasilan tahunan melebihi PTKP (Rp 54 juta/tahun untuk TK/0). Dalam praktiknya, banyak driver ojol terdaftar NPWP untuk keperluan administrasi lain (KPR, BPJS, dll.).
Dasar Hukum
| Regulasi | Pasal | Ketentuan |
|---|---|---|
| UU HPP No. 7/2021 | Pasal 7 ayat (2a) | Bebas PPh omzet s.d. Rp 500 juta |
| PP 55/2022 | Pasal 7 | PPh final 0,5% omzet Rp 500 juta -- Rp 4,8 M |
| UU PPh No. 36/2008 | Pasal 4 ayat (1) | Penghasilan dari usaha sebagai objek PPh |
Berapa Penghasilan Rata-rata Driver Ojol?
Berdasarkan estimasi industri, driver ojol aktif penuh (8-10 jam/hari) dapat memperoleh:
- Penghasilan bruto dari platform: Rp 4 juta -- Rp 8 juta/bulan
- Perkiraan tahunan: Rp 48 juta -- Rp 96 juta/tahun
Sebagian besar driver ojol aktif memperoleh penghasilan tahunan di bawah Rp 500 juta, sehingga tidak ada PPh terutang berdasarkan UU HPP.
Cara Hitung PPh untuk Ojol
Jika Penghasilan < Rp 500 Juta/Tahun
Tidak ada PPh terutang. Namun jika memiliki NPWP, tetap wajib lapor SPT Nihil.
Jika Penghasilan Rp 500 Juta -- Rp 4,8 Miliar
Berlaku PPh final 0,5% dari kelebihan di atas Rp 500 juta (PP 55/2022 Pasal 7).
Contoh: Driver ojol premium dengan pendapatan Rp 700.000.000/tahun.
- Bebas PPh: Rp 500 juta
- Kena PPh: Rp 200 juta
- PPh = 0,5% x Rp 200 juta = Rp 1.000.000/tahun
Apa yang Dimaksud Penghasilan Ojol?
Penghasilan ojol mencakup:
- Tarif perjalanan dari penumpang (diteruskan platform ke driver)
- Bonus insentif dari platform (bonus perjalanan, insentif mingguan)
- Tips dari penumpang
Platform biasanya menampilkan rekap pendapatan di aplikasi. Rekap ini menjadi dasar pelaporan.
Potongan platform (biaya aplikasi) bukan penghasilan -- itu biaya. Jika menggunakan metode pembukuan, potongan platform dapat dikurangkan. Dengan PPh final, potongan tidak dikurangkan.
Cara Lapor SPT
Driver ojol yang memiliki NPWP wajib lapor SPT, meskipun penghasilan di bawah Rp 500 juta (laporan SPT Nihil).
- Gunakan SPT 1770 (usaha perorangan) atau 1770 S jika hanya penghasilan dari satu sumber tanpa usaha.
- Rekap penghasilan dari aplikasi (unduh laporan dari aplikasi Gojek/Grab).
- Jika penghasilan < Rp 500 juta: laporkan sebagai penghasilan final dengan PPh Rp 0.
- Batas lapor: 31 Maret tahun berikutnya.
Tidak punya NPWP? Jika penghasilan di bawah PTKP (Rp 54 juta/tahun untuk TK/0), tidak ada kewajiban mendaftar NPWP. Namun pendaftaran NPWP secara sukarela membuka akses ke layanan tertentu.
Contoh Kasus Nyata
Eko, pengemudi Gojek aktif 10 jam/hari, 2024:
| Sumber | Nilai |
|---|---|
| Tarif penumpang bersih (setelah potongan 20%) | Rp 72.000.000 |
| Bonus insentif bulanan | Rp 12.000.000 |
| Tips penumpang | Rp 3.600.000 |
| Total Penghasilan | Rp 87.600.000 |
Di bawah Rp 500 juta: PPh = Rp 0.
Eko tetap lapor SPT 1770 Nihil karena punya NPWP yang dibuat saat pengajuan KPR.