Panduan Pajak Pengusaha Laundry
Bisnis laundry, dari kiloan dengan satu mesin sampai franchise dengan beberapa cabang, masuk dalam kategori jasa perorangan/usaha kecil yang punya kewajiban pajak ringkas tapi tidak boleh dilewatkan.
Status Perpajakan
Usaha laundry adalah penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) menurut UU PPN. Untuk PPh, omzet laundry adalah objek PPh atas usaha (Pasal 4 ayat 1 UU PPh). Bentuk usaha bisa orang pribadi (UD) atau badan (CV/PT).
Dasar Hukum
| Regulasi | Pokok Pengaturan |
|---|---|
| PP 55/2022 | PPh Final UMKM 0,5% |
| UU 42/2009 jo. UU HPP | Pungutan PPN 11%, ambang PKP Rp4,8 miliar |
| PMK 164/2023 | Setor dan lapor PPh Final UMKM |
| PMK 168/2023 | Pemotongan PPh 21 karyawan |
Tiga Pilar Pajak Laundry
Pilar 1: PPh atas Penghasilan Usaha
Tergantung omzet:
- Di bawah Rp500 juta/tahun (WPOP): bebas PPh atas omzet sampai batas itu (Pasal 7 UU HPP)
- Rp500 juta - Rp4,8 miliar/tahun: PPh Final 0,5% dari omzet (PP 55/2022)
- Di atas Rp4,8 miliar/tahun: pembukuan, tarif progresif Pasal 17 (OP) atau 22% (badan)
Pilar 2: PPN
Wajib daftar PKP jika omzet di atas Rp4,8 miliar/tahun (Pasal 3A UU PPN). Setelah PKP, semua jasa laundry dipungut PPN 11% (UU HPP). Faktur Pajak elektronik wajib diterbitkan.
Laundry rumahan kecil yang belum mencapai ambang PKP tidak memungut PPN.
Pilar 3: PPh 21 Karyawan
Setiap pegawai laundry (kasir, tukang setrika, kurir) yang mendapat gaji wajib dipotong PPh 21 jika gajinya di atas PTKP. Pakai TER bulanan PMK 168/2023.
Tarif PPN dan PKP
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Tarif PPN | 11% (UU HPP) |
| Ambang PKP | omzet > Rp4,8 miliar/tahun |
| Faktur Pajak | wajib e-Faktur |
Contoh Perhitungan
Contoh 1: Laundry Kiloan Rumahan
Bu Reni punya laundry di garasi, omzet Rp15 juta/bulan = Rp180 juta/tahun. Karyawan 1 orang gaji Rp2,5 juta/bulan.
Pajak:
- PPh Final UMKM: di bawah Rp500 juta, tarif 0%, setoran Rp0
- PPN: belum PKP karena omzet di bawah Rp4,8 miliar
- PPh 21 karyawan: gaji Rp30 juta/tahun jauh di bawah PTKP TK/0 Rp54 juta, jadi nol
Beban pajak total: Rp0. Tetap wajib lapor SPT 1770 nihil.
Contoh 2: Laundry Skala Menengah
Pak Tono punya 3 outlet, omzet gabungan Rp200 juta/bulan = Rp2,4 miliar/tahun. 8 karyawan, gaji rata-rata Rp3,5 juta.
Pajak:
- PPh Final UMKM: omzet melewati Rp500 juta di bulan ke-3. Mulai bulan ke-3, kena 0,5% atas porsi di atas Rp500 juta. Estimasi PPh setahun = 0,5% x Rp1,9 miliar = Rp9,5 juta
- PPN: belum PKP (di bawah Rp4,8 miliar)
- PPh 21 karyawan: gaji Rp42 juta/tahun, di bawah PTKP TK/0, masih nihil tapi wajib bukti potong nol
Contoh 3: Franchise Laundry Skala Besar
PT Bersih Cepat punya 10 cabang, omzet Rp700 juta/bulan = Rp8,4 miliar/tahun.
Pajak:
- Sudah PKP, pungut PPN 11% atas tarif konsumen
- Tidak pakai PPh Final, hitung pembukuan dengan tarif PPh Badan 22%
- Hitung neto: omzet Rp8,4 miliar - HPP - biaya operasional (gaji, sewa, listrik, sabun) = laba kena pajak
- PPh terutang: 22% x laba
Pajak Daerah Laundry
Sebagian Pemda mengenakan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk jasa laundry hotel atau jasa boga, namun jasa laundry umum biasanya tidak masuk objek PBJT. Cek Perda masing-masing kota (UU 1/2022 HKPD).
Dokumen yang Harus Disimpan
- Bon/struk penjualan harian
- Catatan kas masuk-keluar
- Bukti setor PPh Final (tanda terima MAP 411128-420)
- Bukti potong PPh 21 karyawan
- Faktur Pajak masukan-keluaran (jika sudah PKP)
Formulir SPT
- WPOP: SPT 1770 + Lampiran III untuk PPh Final UMKM
- WP Badan: SPT 1771 + lampiran rugi laba
- PPh 21: SPT Masa PPh 21 bulanan (PMK 81/2024)
- PPN: SPT Masa PPN 1111 jika PKP