Status Perpajakan Terapis Spa
Status hubungan kerja menentukan jenis pemotongan. Tiga skenario umum:
- Karyawan tetap spa: PPh 21 TER bulanan (PMK 168/2023)
- Freelance bukan pegawai: PPh 21 bukan pegawai tarif Pasal 17 atas bruto
- Praktisi mandiri yang dibayar jasa oleh spa berbadan usaha: PPh 23 jasa 2%
Pemilik spa adalah pelaku usaha jasa, jadi mengikuti rezim PPh Badan/OP plus PPN.
Dasar Hukum
| Regulasi | Pasal | Pengaturan |
|---|---|---|
| UU 36/2008 jo. UU 7/2021 | Pasal 17, 21, 23 | Tarif PPh dan pemotongan |
| UU 42/2009 jo. UU 7/2021 | Pasal 4, 4A | PPN dan jasa dikecualikan |
| PMK 168/PMK.03/2023 | Pasal 15, 19 | TER bulanan, upah harian |
| PP 55/2022 | Pasal 56-63 | PPh Final UMKM 0,5% |
| PER-17/PJ/2015 | Lampiran | NPPN jasa kebugaran |
Breakdown PPh untuk Spa Therapist
1. Karyawan Tetap Spa (PPh 21 TER)
Karyawan dengan gaji bulanan + tip + komisi. Semua dijumlah jadi penghasilan bruto bulanan, lalu kena TER kategori A/B/C tergantung PTKP. Contoh: gaji Rp4 juta TK/0 -> TER A 0%, jadi tidak dipotong tiap bulan.
Desember dihitung ulang dengan tarif Pasal 17 setahun untuk koreksi akhir.
2. Freelance Bukan Pegawai
Tarif PPh 21: 50% x bruto x tarif Pasal 17 jika tenaga ahli, atau full bruto x tarif Pasal 17 jika non-tenaga ahli berkesinambungan. Terapis spa umumnya non-tenaga ahli (bukan profesi yang disebut Pasal 9 PMK 168), jadi pemotongan atas bruto.
3. PPh 23 untuk Spa B2B
Saat spa atas nama PT memberikan jasa korporat (corporate wellness, employee benefit), klien korporat memotong PPh 23 jasa lain 2%.
4. PPh Final UMKM untuk Pemilik Spa
Omzet < Rp4,8M setahun: PPh Final 0,5%. Banyak spa rumahan dan salon kecil masuk kategori ini.
5. PPN
Jasa pelayanan kesehatan medis dikecualikan PPN (Pasal 4A UU PPN). Tapi spa, pijat tradisional, dan refleksi umumnya dikategorikan jasa kebugaran/relaksasi - bukan jasa kesehatan medis - sehingga kena PPN setelah PKP. Penjualan produk skin care di spa juga kena PPN.
Pajak Hiburan/Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) daerah: spa dan refleksi termasuk objek PBJT (UU HKPD Pasal 50). Tarif tergantung perda kabupaten/kota (umumnya 10%-40%).
Contoh Perhitungan
Kasus 1: Bu Wati Karyawan Spa Hotel
Gaji bulanan Rp4.500.000, tip rata-rata Rp1.500.000/bulan, komisi treatment Rp1.000.000/bulan. Total bulanan Rp7 juta. Status K/1.
TER bulanan kategori B (PTKP K/1 = Rp63jt setahun):
- TER B untuk Rp7jt sekitar 1%
- PPh 21 bulan = 1% x Rp7jt = Rp70.000
Akhir tahun direkonsiliasi pakai tarif Pasal 17:
- Bruto setahun = Rp84jt
- PTKP K/1 = Rp63jt
- PKP = Rp21jt
- PPh = 5% x Rp21jt = Rp1.050.000
Kasus 2: Mas Doni Tukang Pijat Panggilan
Pendapatan dari aplikasi panggil masseur Rp120jt setahun. Status TK/0.
Karena tidak ada hubungan kerja tetap dan platform mungkin tidak memotong PPh:
- Bisa pilih PPh Final UMKM 0,5% kalau daftar NPWP UMKM
- PPh Final = 0,5% x Rp120jt = Rp600.000 setahun
- Dilaporkan di SPT 1770 dengan Lampiran PPh Final
Atau pakai NPPN (50% jasa pribadi):
- Neto = Rp60jt
- PTKP TK/0 = Rp54jt
- PKP = Rp6jt
- PPh = 5% x Rp6jt = Rp300.000
NPPN lebih hemat di kasus ini karena penghasilan kecil.
Kasus 3: PT Wellness Spa Sehat
Omzet 2025 Rp3.500.000.000 (treatment + produk). PT, masih dalam fasilitas UMKM 4 tahun.
- PPh Final UMKM = 0,5% x Rp3,5M = Rp17.500.000
- Belum wajib PKP karena di bawah Rp4,8M, tapi tetap kena PBJT spa daerah
- PPh 21 untuk 8 terapis dan 2 admin tetap disetor bulanan
Formulir SPT
- SPT 1770 untuk OP terapis dan pemilik spa pribadi
- SPT 1771 untuk PT/CV pemilik spa
- SPT Masa PPh 21 bulanan jika punya karyawan
- SPT Masa PPN 1111 jika PKP
- Laporan PBJT ke pemda