Status Perpajakan Bengkel
Bengkel adalah hybrid: jual jasa (servis, tune-up, ganti oli) plus jual barang (sparepart, ban, oli). Dua-duanya objek pajak. Skema yang paling sering dipakai adalah PPh Final UMKM 0,5% (PP 55/2022) karena mayoritas bengkel beromzet di bawah Rp4,8 miliar setahun.
Kalau bengkel berbentuk PT atau omzet sudah lewat Rp4,8 miliar, perlakuannya pindah ke PPh Badan tarif 22% atau tarif progresif OP, plus wajib jadi PKP dan memungut PPN.
Dasar Hukum
| Regulasi | Pasal | Pengaturan |
|---|---|---|
| UU 36/2008 jo. UU 7/2021 | Pasal 17, 25 | Tarif PPh OP/Badan, angsuran |
| UU 42/2009 jo. UU 7/2021 | Pasal 4 | PPN penyerahan BKP/JKP |
| PP 55/2022 | Pasal 56-63 | PPh Final UMKM 0,5% |
| PMK 168/PMK.03/2023 | Pasal 15 | TER bulanan PPh 21 |
| PMK 197/PMK.03/2013 | Pasal 4 | Batas pengukuhan PKP Rp4,8M |
Breakdown PPh untuk Bengkel
1. PPh Final UMKM 0,5%
Berlaku jika omzet kotor (jasa + sparepart) di bawah Rp4,8 miliar setahun. Tarif 0,5% dari omzet bulanan, disetor sebelum tanggal 15 bulan berikut.
Jangka waktu fasilitas:
- OP: 7 tahun
- PT: 4 tahun
- CV/Firma/Koperasi: 3 tahun
Setelah masa fasilitas habis, otomatis pindah ke pembukuan dan PPh tarif normal.
2. PPh 25 dan PPh Badan
Bengkel berbadan PT yang sudah lewat fasilitas UMKM atau memilih pembukuan:
- PPh Badan 22% dari penghasilan kena pajak
- Angsuran PPh 25 bulanan
- Diskon 50% (tarif efektif 11%) untuk omzet sampai Rp4,8 miliar dari total Rp50 miliar (UU PPh Pasal 31E)
3. PPh 21 Mekanik dan Karyawan
Mekanik tetap dipotong PPh 21 dengan TER bulanan (PMK 168/2023). Misal mekanik gaji Rp5 juta status TK/0 masuk kategori TER A 0%, jadi tidak dipotong tiap bulan, tetap disetahunkan Desember.
4. PPN
Wajib jadi PKP saat omzet lewat Rp4,8 miliar setahun. Setelah PKP:
- Pungut PPN 12% atas jasa servis dan jual sparepart
- Bisa kreditkan PPN masukan dari pembelian sparepart, oli, alat
- Wajib terbitkan e-Faktur
Penting: jasa bengkel bukan jasa yang dikecualikan PPN (Pasal 4A UU PPN), jadi memang dikenakan PPN penuh.
Contoh Perhitungan
Kasus 1: Bengkel Pak Anto (OP UMKM)
Omzet 2025 Rp600.000.000 (servis Rp250 juta + sparepart Rp350 juta).
- PPh Final = 0,5% x Rp600.000.000 = Rp3.000.000 setahun (atau Rp250.000/bulan)
- Tidak perlu jadi PKP, tidak pungut PPN
Kasus 2: Bengkel Mobil PT Otomotor
Omzet 2025 Rp6.000.000.000. Sudah lewat batas UMKM dan PKP.
PPh Badan (margin neto 15%):
- Neto = Rp900.000.000
- Karena sebagian omzet di bawah Rp4,8M dapat fasilitas Pasal 31E:
- Bagian fasilitas = (Rp4,8M / Rp6M) x Rp900juta = Rp720juta x 11% = Rp79,2juta
- Bagian non-fasilitas = Rp180juta x 22% = Rp39,6juta
- Total PPh Badan = Rp118,8juta
PPN (asumsi DPP servis + sparepart Rp6M):
- PPN keluaran = 12% x Rp6M = Rp720juta
- PPN masukan (sparepart, oli) = misal Rp500juta
- PPN setor = Rp220juta setahun
PPh 21 mekanik (5 mekanik gaji Rp5jt + 2 admin gaji Rp4jt) disetor bulanan.
Formulir SPT
- SPT Masa PPh Final UMKM (lewat e-Bupot Unifikasi)
- SPT Masa PPN 1111 jika PKP, paling lambat akhir bulan berikut
- SPT Masa PPh 21 bulanan
- SPT Tahunan: 1770 (OP) atau 1771 (Badan)